Dalam melakukan berbagai aktivitas, masyarakat banyak menggunakan bahan bakar fosil. Untuk aktivitas memasak, contohnya, masyarakat umumnya mengandalkan gas elpiji, yang jumlahnya terbatas dan sempat mengalami kelangkaan. Sebagai respon terhadap masalah tersebut, melalui penelitian ini dibuatlah alternatif bahan bakar padat yang ramah lingkungan yaitu dengan membuat briket dari sampah organik seperti batok kelapa, sampah kulit pisang yang melimpah jumlahnya di daerah Boyolali, dan diberikan campuran limbah minyak jelantah. Batok kelapa dan kulit pisang dibakar sehingga menjadi arang, kemudian dihaluskan dan disaring sehingga diperoleh serbuk arang. Serbuk arang diolah dan dicetak menjadi briket, kemudian diberikan perlakuan berupa perendaman dalam minyak jelantah. Minyak jelantah dapat memperpanjang waktu nyala api briket dibandingkan dengan briket tanpa pencelupan minyak jelantah. Briket yang dibuat dari batok kelapa, kulit pisang, dan minyak jelantah yang selanjutnya disebut Brista dapat menjadi alternatif bahan bakar padat yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan/digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas memasak sehari-hari.