Kabupaten Boyolali, yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, merupakan daerah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi. Berdasarkan peta daerah terdampak bencana alam, beberapa wilayah di Boyolali menunjukkan kerentanannya terhadap bencana, terutama di daerah yang berada di lereng gunung dan daerah aliran sungai.
Peta menunjukkan bahwa daerah-daerah di sekitar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, serta wilayah yang dilalui oleh Sungai Gajah Wong, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana tanah longsor dan banjir, terutama selama musim hujan. Beberapa kecamatan seperti Selo, Mojosongo, dan Ampel sering kali terdampak oleh banjir bandang atau tanah longsor yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kondisi geografis yang berbukit-bukit.
Selain itu, Kabupaten Boyolali juga berada di wilayah rawan gempa bumi, karena dekat dengan sesar aktif yang ada di Jawa Tengah. Beberapa kecamatan di Boyolali yang berada di zona ini rentan terhadap guncangan gempa, yang dapat merusak bangunan dan mengancam keselamatan warga.
Dalam menghadapi ancaman bencana alam ini, pemerintah Kabupaten Boyolali telah menyusun berbagai strategi penanggulangan, termasuk pembangunan infrastruktur yang tahan bencana, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi risiko bencana alam yang melibatkan masyarakat setempat. Peta ini menjadi alat penting dalam perencanaan dan pemetaan daerah yang perlu mendapat perhatian khusus untuk tindakan pencegahan dan pemulihan pascabencana.