Pada tahun 1850 desa Penggung mendapatkan musibah yang sangat luar biasa. Wabah penyakit merajalela menyerang dengan tiba-tiba baik itu pada anak-anak remaja dewasa maupun orang tua, Warga masyarakat yang terjangkit penyakit paling lama bias bertahan hidup dalam hitungan hari. Semua wabah penyakit ini akan hilang, dengan cara kejawen sudah tidak bisa, supaya selamat dan tentram satu-satunya jalan pindah desa sebelah selatan gunung bayi biar masyarakat tentram dan berkembang, Besuk kalau desa ini sudah ramai, desa ini akan kembali ke arah barat dekat dengan jalan raya. Saya mau memberikan makanan sesaji kepada danyang Penggung mbah Simbar Djaya, dengan menanggap Tayuban serta wayang kulit dengan lakon mbok Sri Mulih.