Pada suatu hari Kyai Jangkung melakukan pertapaan di tengah hutan. Saat melakukan pertapaan, beliau kedatangan seorang yang tidak dikenal dengan mengenakan baju compang-camping dan memakai caping. Usut punya usut seorang yang mengenakan pakaian compang camping ini adalah Sultan Agung Adi Prabu Anyakrakusuma yang merupakan Sultan dari Kerjaan Mataram islam. Beliau menyamar menjadi rakyat biasa untuk menemui pertapa tersebut yang tak lain adalah Kyai Martani. Tujuan Beliau bertemu Kyai Martani adalah untuk meminjam senjata mandraguna untuk menaklukan tentara kolonial belanda yaitu Keris Jangkung. Setelah mendapat keris Jangkung belau berkata “Mbesuk ing rejaning jaman, panggonan iki bakal dadi dhusun sing jenenge Jangkungan”. Sekarang tempat tersebut bernama Dusun Jangkungan.