Pada jaman dahulu, hiduplah seorang Kyai yang mendiami daerah yang sekarang dikenal dengan Desa Gagaksipat, beliau adalah Kyai Gagaksipat atau Pangeran Gambir Anom. Pangeran Gambir Anom ikut berperang dalam melawan Belanda atau Kompeni. Pangeran dan pengikutnya harus menyamar sebagai rakyat biasa dan akan diberikan petunjuk tempat persembunyiannya yang baru. Pada saat Pangeran Gambir Anom dan pengikutnya berjalan menuju kearah timur, ternyata mereka tidak sendirian. Mereka ditemani oleh seekor burung gagak yang menunjukkan kepada Pangeran Gambir Anom beserta pengikutnya kemana arah yang harus dituju. Burung gagak tersebut menyipat atau mengarahkan arah
perjalanan Pangeran Gambir Anom. Lalu Pangeran Gambir Anom beserta pengikutnya mendirikan sebuah padepokan yang didaerah sekitar pohon beringin tersebut. Dan untuk mengenang jasa burung gagak tersebut, maka daerah tempat Pangeran Gambir Anom menetap diberi nama Desa Gagak Sipat.