Zaman dulu ada sesepuh yang mempunyai ilmu linuwih, berpesan bahwa ditengah dukuh ini akan muncul sebuah mata air yang sangat besar. Bisa diibaratkan seperti lautan bila mana mata air ini benar-benar muncul makin lama semakin membesar airnya. Para sesepuh itu sama-sama beranggapan bila mana air ini tidak akan bisa disumbat, yang mana bisa berakibat fatal bahwa dukuh ini tidak akan mungkin ada kehidupan lagi di sini. Selanjutnya para sesepuh mempunyai sebuah pemikiran mengajak semua sesepuh dukuh yang ada di dukuh itu yang berjumlahkan sembilan untuk memanjatkan seraya berpasrah dan berkeyakinan bahwa doa bersama-sama supaya Gusti Allah memberikan keselamatan pada orang-orang yang tinggal di dusun ini. Para sesepuh yang berjumlah Sembilan tadi mempunyai petuah atau nasehat bila mana besok zaman ada ramainya, tempat ini akan diberi nama Dukuh Mojosongo dengan mampetnya air yang keluar di sekitar pohon Mojo dan pohon pereh tadi.