Dahulu kala cerita yang beredar di masyarakat, daerah Repaking berupa hutan yang sangat lebat banyak pepohonan dan binatang liar tanpa ada penghuninya. Konon ceritanya ada seorang sentana, abdi dalem kerajaan yang sudah memiliki jabatan dari kerajaan Glagahwangi mengalami peperangan yang sangat hebat, pada saat itu sentana tersebut yang bernama Mbah Surawaja ikut bertempur. Dalam pertempuran
tersebut kerajaan Glagahwangi mengalami kekalahan, sehingga Kerajaan mengalami kekacauan. Untuk memulihkan kondisi keamanan kerajaan banyak upaya yang dilakukan oleh sentana Kerajaan, salah satunya Mbah Surawaja. Mbah Surawaja pergi meninggalkan kerajaan bersama dengan adiknya, mereka terus berjalan ke arah selatan, beliau menemukan tempat yang dirasa baik, tanah yang datar, luas dengan tanah yang gembur, meskipun masih dipenuhi oleh pohon pohon yang lebat. Mbah Surawaja memberi nama tempat tersebut Repaking, yang memiliki arti rep dari kata ngarep dan paking artinya daerah yang paling baik untuk pemukiman.