Dukuh Recosari yang menjadi bagian dari Desa Musuk ini menyimpan sejarah dari keluarga Bapak Sukarno Dono Suparto. Beliau adalah salah satu anak dari Bapak Parto Suwiryo. Pak Parto adalah salah satu masyarakat yang pernah dilatih militer oleh tentara Jepang pada jaman dulu. Beliau adalah seorang pimpinan Kaibodan kala itu. Pada zaman dahulu, Dusun Recosari ini adalah sebuah perusahaan milik Belanda yang kala itu berkuasa di wilayah tersebut. Dulunya kediaman Pak Parto bertempat di Dukuh Poko. Karena beliau adalah orang yang sangat cerdas, dengan berbekal ilmu yang diajarkan oleh tentara Belanda, beliau memberanikan diri untuk mengajak saudara dan anak-anaknya untuk pindah dari Dusun Poko dan membuat Dusun baru. Sebagai penanda bahwa mereka membuat sebuah dusun, yang kebetulan dijalan masuk itu ada sebuah arca atau reco, maka dinamakan Recosari.