Para wali tersebut memasuki wilayah terpencil di jawa membawa ajaran Islam melalui media wayang dan lagu yang sangat digemari oleh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, pesantren bermunculan sebagai
tempat belajar masyarakat untuk mendalami ajaran Islam. Pesantren dipimpin oleh Kiai yang mendidikasikan hidupnya dalam menyebar luaskan ajaran Islam. Salah satunya yaitu Kiai Abdul Jalal. Sang penakluk Alas Jogopaten itulah sebutan beliau yang terkenal di telinga masyarakat. Kiai Abdul Jalal memiliki nama asli Bagus Turmudi.
Suatu hari Paku Buwono melakukan perjalanan berburu di Alas Krendo Wahono. Di Alas Krendo Wahono tersebut tiba-tiba Paku Buwono IV menghilang. Rombongan mencari selama berhari-hari namum Paku Buwono belum ditemukan juga. Hingga akhirnya rombongan Paku Buwono IV mendapat informasi dari masyarakat sekitar untuk menemui Bagus Turmudi. Tidak lama setelah itu, Paku Buwono ditemukan. Melihat ketulusan dan kesaktian Bagus Turmudi, Paku Buwono IV memberikan daerah perdikan untuknya yaitu wilayah Alas Jogo paten. Paku Buwono IV menamai daerah tersebut dengan nama Kaliyoso Di wilayah tersebut Paku Buwono IV memberikan bantuan kepada Bagus Turmudi untuk membangun sebuah masjid dan diberikan pula sepasang pintu, sebuah mimbar megah, dan pusaka dari Keraton yang menghiasi masjid.