Saat senja mulai menyapa, Para penduduk sibuk mempersiapkan diri untuk pertunjukan tayub bulanan yang sangat dinanti-nantikan. Namun, tiba-tiba, keriuhan itu terganggu oleh gemuruh di kejauhan. Tak lama kemudian, terlihatlah pasukan Nyi Ageng Serang. Derap kuda dan suara letusan senjata yang menggema mengikuti mereka. Suara itu menandakan kedatangan pasukan Belanda yang mengejar mereka.
Para penduduk desa segera bergerak memberi bantuan. Mereka membuka pintu rumah mereka untuk memberi perlindungan sementara kepada pasukan Nyi Ageng Serang. Pasukan Belanda semakin mendekat, mengancam akan menyerang desa tersebut. Dengan semangat persatuan dan tekad yang kuat, pasukan Nyi Ageng Serang, penduduk desa, dan para badut bersatu padu dalam menghadapi ancaman dari pasukan kolonial Belanda.