Cerita yang berkembang dalam masyarakat desa Pengkol tidak lepas dari tokoh seorang pejuang wanita yang dikenal ahli dalam siasat perang dialah Nyi Ageng Serang. Nyi Ageng Serang menghindari perang tersebut dengan melewati hutan belantara penuh dengan ranting-ranting pohon, semak belukar dan rumput alang-alang. Suatu ketika telinga Nyi Ageng Serang tersangkut ranting pohon hingga telinganya luka. Kemudian Nyi Ageng Serang memberitahukan kepada pengikut-pengikutnya bahwa rejone jaman tempat ini diberi nama Pengkol berasal dari kata “kuping kecangkol”.