Salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber
daya manusia yang berkualitas dalam arti sehat secara
fisik, mental dan sosial serta produktif. Untuk
mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas
tersebut tentunya dibutuhkan upaya-upaya pemeliharaan
dan peningkatan kesehatan secara terus menerus, salah
satunya adalah melalui kegiatan Pramuka. Dari data
WOSM (World Organization of Scout Movement /
Organisasi Gerakan Pramuka Dunia) tahun 2017
diketahui Indonesia memiliki jumlah anggota Pramuka
terbanyak di dunia mencapai 21 juta orang sehingga
Pramuka merupakan sasaran strategis untuk menjadi
perpanjangan tangan dalam upaya peningkatan peran
serta masyarakat dalam bidang program kesehatan.