BARISAN TENTARA datang berbondong- bondong lengkap dengan atribut topi, seragam coklat, kain putih melingkar dengan tulisan kanji berwarna tinta hitam di lengan kiri dan senapan menggantung di balik bahu sebelah kanan. Nippon!Ya, tentu saja. Sepeninggal sekutu, bumi pertiwi diambil alih oleh Jepang. Ibarat lepas dari cengkeraman harimau masuk kandang macan. Hidup segan mati tak mau. Dari satu penjajahan beralih ke penjajahan yang lain. Tumbuh pemikiran, babak baru penderitaan dan kesengsaraan telah dimulai.
Dari balik rumah sederhana yang berdindingkan anyaman bambu, aku mengintip kearah jalan yang dilintasi barisan tentara Jepang. Jalan setapak dengan lebar 1 meter, pepohonan liar di samping kanan dan kiri yang melintang kearah jalan, menjadi akses jalur utama bagi mereka. Dari arah selatan, mereka berjalan beriringan dalam barisan santai melewati jalan desa.