Kakek dan Ayah Naeswari adalah seorang petani, sebagian besar warga lereng Gunung Merapi berprofesi sebagai petani. Terlihat bahwa sepanjang jalan menuju rumahnya terdapat banyak sekali tanaman sayur dan buah yang segar. Desa yang di mana ia tinggal adalah desa yang terkenal dengan kualitas sayur terbaik, seperti kubis, wortel, bayam, tomat, terong, cabai, kacang polong, dan adas. Selain penghasil sayur yang baik, tembakau lereng Merapi adalah tembakau kualitas super incaran para pengepul. Semua hasil pertanian tersebut dipasarkan di wilayah Boyolali hingga luar kota, hal inilah yang membuat masyarakat di lereng merapi khusunya desa Lencoh menggantungkan hidup pada Gunung Merapi, sehingga tradisi sedekah gunung ini rutin dilakukan sedari zaman nenek moyang sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan rezeki, serta memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa agar dijauhkan dari bencana.
Tradisi yang diikuti oleh sepuluh dukuh di desa Lencoh ini dimulai sedari pagi hari dengan proses kirab budaya dengan mengarak Kerbau Mahesa untuk sembelih. Pada malam harinya warga melakukan kirab ke Joglo Merapi yang berada di puncak guunung sambil membawa kepala kerbau dan sesajen.