Pada masa itu ketika bangsa Jepang datang ke daerah ini, banyak sekali masyarakat desa tersebut merasa terancam dan tidak aman. Mereka kebingungan harus berlindung dimana. Karena memang pada masa itu persenjataan masih belum dimiliki oleh orang-orang sekitar. Kekejaman yang dilakukan oleh penjajah Jepang kepada masyarakat Indonesia, membuat warga pribumi memikirkan bagaimana agar mereka aman Ketika bangsa Jepang datang ke daerahnya. Maka dibuatlah dua buah goa yang dapat mereka gunakan untuk bersembunyi. Konon cerita menurut nara sumber Mbah Sastro (95 tahun) dimana beliau adalah sesepuh dan mengalami masa tersebut, goa pertama berbentuk terowongan yang dapat menembus Desa Guwo dan Desa Ngargoyoso, sedangkan goa yang satunya digunakan untuk para pejuang melakukan gerilya ke daerah selatan dan bisa menembus ke Pantai Selatan.