Wonotoro merupakan salah satu dukuh di Desa Catur yang memiliki sejarah penting di Boyolali. Secara etimologi berdasarkan Kamus Bausastra Jawa-Indonesia karya S. Prawiroatmojo kata Wonotoro berasal dari kata wono yang berarti hutan dan tara berarti bersih, sinar, penerangan, suara keras. Tetapi berdasarkan riwayat penuturan dari berbagai narasumber mengisahkan terjadinya Wonotoro. Terjadinya Wonotoro tidak terlepas dari nama besar Ki Ageng Wonokusumo yang menjadi cikal bakal Dukuh Wonotoro. Menurut riwayat Ki Ageng Wonokusumo adalah salah seorang putra dari Majapahit (Brawijaya).
Ki Ageng Wonokusumo mempunyai saudara berjumlah empat, yaitu Pangeran Handayaningrat, Ki Ageng Mangir, Ki Pemanahan, dan Nyai Sobrah. Mereka adalah keturunan kerajaan Majapahit. Saat itu, ada ramalan bahwa wahyu keraton akan berpindah dari Jawa Timur ke Jawa Tengah, para keturunan Majapahit diutus untuk ke tanah Jawa agar nantinya bisa mendapatkan wahyu keraton dan bisa meneruskan pemerintahan Majapahit. Sebelum berangkat,
mereka mendapat nasihat dari Sesepuh Majapahit untuk menimba ilmu terlebih dahulu kepada Kanjeng Syeh Maulana Malik Ibrahim di Gresik.