Masih terdengar kumandang takbir hari Raya Idul Fitri hingga hari ini. Hari ini bertepatan dengan hari ke tujuh. Orang-orang menyebutnya dengan lebaran syawal. Mereka sejak pagi sibuk menyiapkan hidangan ketupat dan sayur-sayur lainnya. Benak fikiranku ingin sekali aku menikmati seperti mereka. Dan benar sekali, aku dapat mencicipi ketupat buatan mereka. Ternyata mereka memang sayang padaku, dan itu sebabnya aku juga senang hidup diantara mereka. “gumam sapi’.
Itulah sedikit curahan hati seekor sapi yang berada di Dukuh Mlambong, Desa Sruni Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Dukuh ini berada di lereng merapi tepatnya sebelah timur Gunung Merapi tepatnya sejauh 8 km. Masyarakat Dukuh Mlambong memiliki tradisi yang unik dan khas yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak sesepuh di dukuh tersebut tinggal dan sebagai cikal bakal dukuh Mlambong.
Setiap lebaran syawal atau masyarakat setempat lebih mengenal dengan istilah bakdo kupat, masyarakat Dukuh Mlambong melaksanakan tradisi arak-arakan sapi atau bakdo sapi. Tradisi tersebut masih dilaksanakan masyarakat setempat hingga saat ini. Tradisi bakdo sapi ini tidak lepas dari kisah yang bernama Kyai Lambong Sari.