“Nama Sepuran itu sudah ada sejak dulu, masyarakat kala itu menyebut namanya sudah Kampung Sepuran,”
Kala itu Eyang Cip yang sudah tinggal berada di sekitar Kampung Sepuran, dirinya masih mendapati sebuah bangunan yang hanya tinggal tembok tidak berbentuk, relnya masih ada. Namun, seiring waktu berjalan, rel-rel besi tersebut digunakan warga untuk membangun jembatan dan juga terkubur dijadikan jalan. area tersebut di bangunlah sebuah jalan beraspal. Dengan dibangunnya jalan tersebut mengakibatkan rel trem kuda yang ada menjadi tertutup tak terlihat lagi. Tempat itu tak terawat dan
dibiarkan mangkrak begitu saja. Keadaan seperti itu berlangsung sampai dengan dibangunnya gedung yang baru yaitu Gedung Marhaen dan sekitarnya.